Sunday, February 19, 2017

Wide Area Network ( WAN )


18
Materi
13 Februari 2017
Ghiffari Hafizhfudin

Hierarki WAN & Topologi
PT. Skyline Semesta

Rancang Bangun Jaringan

11 TKJ A
Pembimbing :
Pak Rudi Haryadi S.T


Pendahuluan:
Hierarki Wide Area Network ( WAN ) adalah suatu tingkatan dimana tingkatan itu mempunyai batas dan fungsinya masing-masing. Hierarki WAN dikelompokan menajdi 3 bagian yaitu Core Layer, Distribution Layer, dan Access Layer.
Tujuan:
Siswa dapat memahami Hierarki dari Wide Area Network ( WAN ) yaitu Core Layer, Distribution Layer dan Access Layer.

Langkah Kerja :

Pada topologi tersebut, Router yang digunakan pada core layer yaitu router Jakarta adalah HP Erdiant 1U. Dari router Jakarta kemudian terhubung dengan Router Banda (Distribution Layer) router banda menggunakan mikrotik ccr RB SXT, dan terhubung dengan router Maestro dan router Suniaraja yang menggunakan mikrotik ccr RB433 dan RB metal. Kemudian masing – masing router terhubung dengan switch yang menggunakan switch 3COM dan HP. Dari switch terhubung ke tower dan terhubung ke client.

A. SPESIFIKASI HARDWARE

a. Server HP Proliant DL160
Model                           :           HP Proliant DL160 G6 Models
Part number                  :           590161-371
Platform                       :           HP DL160G6 QC Intel Xeon E5620 (2,40Ghz)/ 8GB (2x4GB)R/ SAS/SATA LFF/ Rack 1U 3/0/0
Processor                     :           Intel® Xeon® Processor E5620 (2.40 GHz, 12MB L3 Cache, 80W, DDR3-1066, HT, Turbo 1/1/2/2)
Memory                       :           Memory 8GB (2x4GB) PC3-10600R (RDIMM)
Adapter                       :           HP NC362i Integrated Dual Port Gigabit Server Adapter
Controller                    :           HP Smart Array P410 Controller
Hard Drive                  :           None ship standard
Max Internal Storage  :           Up to 4 LFF Hot Plug drives
Optical Drive              :           No Optical Drive
Power Supply              :           500W high efficiency multi-output supply (ships standard)
Form Factor                :           Rack (1U)


b.Switch 3com
·         Product Description: 3Com OfficeConnect Fast Ethernet Switch 16, switch, 16 ports
·         Device Type: Switch
·         Form Factor: External
·         Dimensions (WxDxH): 8.2 in x 6.3 in x 1.6 in
·         Weight: 1.4 lbs
·         Ports Qty: 16 x Ethernet 10Base-T, Ethernet 100Base-TX
·         Data Transfer Rate: 100 Mbps
·         Data Link Protocol: Ethernet, Fast Ethernet
·         Communication Mode: Half-duplex, full-duplex
·         Features: Flow control, full duplex capability, auto-sensing per device, auto-negotiation, auto-uplink (auto MDI/MDI-X), store and forward
·         Compliant Standards: IEEE 802.3u, IEEE 802.3i, IEEE 802.3x
·         Power: AC 120/230 V ( 50/60 Hz )
·         Manufacturer Warranty: 3 years warranty

c.Router RB433
Product Code
RB433
Architecture
MIPS-BE
CPU
AR7130 300MHz
Current Monitor
No
Main Storage/NAND
64MB
RAM
64MB
SFP Ports
0
LAN Ports
3
Gigabit
No
Switch Chip
1
MiniPCI
3
Integrated Wireless
No
MiniPCIe
0
SIM Card Slots
No
USB
No
Memory Cards
No
Power Jack
10-28V
802.3af Support
No
POE Input
10-28V
POE Output
No
Serial Port
DB9/RS232
Voltage Monitor
No
Temperature Sensor
No
Dimentions
150mm x 105mm
Operating System
RouterOS
Temperature Range
-30C .. +60C
RouterOS License
Level4

d. Router RB SXT
Product code
RB/SXT
CPU speed
400MHz
TX power
26dBm max
Antenna gain
16dBi (+/- 2)
RAM
32MB
Architecture
MIPS-BE
LAN ports
1
Gigabit
No
MiniPCI
0
miniPCI-e
0
Integrated Wireless
Yes
Wireless standards
802.11 a/n
USB
1
Memory Cards
0
Power Jack
No
802.3af support
No
PoE
Yes
Voltage Monitor
Yes
Temperature sensor
Yes
Dimensions
140x140x56mm, 265g
Operating System
RouterOS
Temperature range
-30C to +80C
RouterOS License
Level3

e. Router RB Metal
Product code
RBMetal5SHPn
TX power
31dBm
CPU
AR7241
Current Monitor
No
CPU speed
400MHz
Max Power consumption
11.5W
RAM
64MB
Architecture
MIPS-BE
LAN ports
1
Gigabit
No
MiniPCI
0
Integrated Wireless
Yes
Wireless standards
802.11a/n
Power Jack
No
802.3af support
No
PoE
8-30V DC
Voltage Monitor
Yes
CPU temperature monitor
No
PCB temperature monitor
Yes
Dimensions
177x44x44mm, 193g
Operating System
RouterOS v5
Temperature range
-30C to +70C
RouterOS License
Level4

f. Switch HP
Ports
·         24x Gigabit 10/100/1000Mbps PoE Ports
·         1x RJ45 Serial Console Port
·         4x SFP Ports
Media interfaces
RJ45
Manageable
Yes
·         IMC – Intelligent Management Center; limited command-line interface; Web browser; SNMP Manager; IEEE 802.3 Ethernet MIB
Switching features
·         Latency : 100 Mb Latency: < 5 µs; 1000 Mb Latency: < 5 µs
·         Throughput : 41.7 million pps
·         Routing/switching capacity : 56 Gbps
·         Routing table size : 32 entries
Power Supply
·         Input Voltage : 100-240 VAC
·         Input frequency : 50 / 60 Hz


B.Hierarki WAN

1. Core Layer
Core Layer merupakan tulang punggung (backbone) jaringan. Core Layer bertanggung jawab atas lalu lintas dalam jaringan. Dalam lapisan ini data – data diteruskan secepatnya dengan menggunakan metode dan protocol jaringan tercepat (high speed). Misalnya fast Ethernet 100 Mbps, Gigabit Ethernet, FDDI atau ATM. Pada lalu lintas data digunakan switch Karena penyampaiannya pasti dan cepat. Core Layer merupakan penghubung lalu lintas data ini tidak boleh melakukan penyaringan / filter paket data karena memperlambat transmisi data tersebut tidak mendukung workgroup.

Fungsi dari Core Layer :
a. Melindungi jaringan dari memperlambatnnya lalu lintas, penggunaan daftar akses, routing antar berbeda Virtual Local Area Network (VLAN) dan Packet Filtering.
b.Melindungi jaringan dari dukungan workgroup akses.
c. Jangan memperluas jaringan inti tumbuh. Cobalah untuk mengatasi masalah kinerja dengan menambah router dan lebih memilih untuk meng-upgrade perangkat lebih dari ekspansi.

2. Distribution Layer
Layer Distribusi disebut juga layer workgroup yang menerapkan titik komunikasi antara layer akses dan layer inti. Fungsi utama layer distribusi adalah menyediakan routing, filtering dan untuk menentukan cara terbaik untuk menangani permintaan layanan dalam jaringan. Setelah layer distribusi menentukan lintasan terbaik maka kemudian permintaanditeruskan ke layer inti. Layer inti dengan cepat meneruskan permintaan itu ke layanan yang benar.
Fungsi Distibution Layer:
a. Implementasi dari daftar akses untuk menyaring lalu lintas yang menarik dan memblokir lalu lintas tidak menarik
b. Keamanan dan jaringan kebijakan pelaksanaan yang berisi terjemahan alamat dan firewall.
c. Routing statis redistribusi.
d. Mengaktifkan routing antara semua VLANS.
e. Mendifinisikan domain broadcast dan multicast.
Contoh router yang digunakan di Distribution Layer :
Cisco Router 4000 Series, Cisco Router 4500 series, Cisco Router 2600 Series, Cisco Router 1720 dan 1750.

3.      Access Layer
Layer akses mengendalikan akses pengguna dengan workgroup kesumber daya internetwork. Desain Layer akses diperlukan untuk menyediakan fasilitas akses ke jaringan. Fungsi utamanya adalah menjadi sarana bagi suatu titik yang ingin berhubungan dengan jaringan luar. Pada layer ini user dihubungkan untuk melakukan akses ke jaringan. Terjadi juga Penyaringan/Filter data oleh router yang lebih spesifik dilakukan untuk mencegah akses ke suatu komputer. Jarak setiap kali sebuah paket melalui router disebut sebagai hop. Double Data Rate ( DDR ) dan teknologi Ethernet switching yang terutama digunakan dalam lapisan akses dengan Static Routing.

Fungsi Access Layer :
a. Mengelola kontrol akses dan kebijakan.
b. Buat collision domain yang terpisah.
c. Konektivitas workgroup melalui layer distribusi.
Contoh router yang digunakan di Access Layer yaitu :
Cisco Router 1000 series, Cisco Router 2000 series, Cisco Router 2500 series, dan Cisco Router 3000 series.

C. Media Pembentuk WAN

1. Core Layer
Media yang digunakan pada Core Layer adalah teknologi F yaitu menggunakan kabel Fiber Optic untuk menghubungkan router ke cloud. Sedangkan dari router ke SMTP, DNS, dan NMS Server dihubungkan dengan media twisted pair.

2. Distribution Layer
Media yang digunakan pada Distribution Layer adalah kabel Fiber Optic. Fiber Optic menghubungkan setiap perangkat yang ada di Distribution Layer ini. Sedangkan yang menghubungkan distribution layer ke core maupun ke access adalah twisted pair.

3. Access Layer
Media yang menghubungkan distribution layer adalah tergantung keinginan user. Bisa menggunakan kabel maupun wireless.


D. PROTOCOL WAN

1. Point to Point (PPP)
    Point to Point (PPP) merupakan protokol pada data link layer yang dapat digunakan untuk komunikasi asynchronous serial maupun synchronous serial. PPP dapat melakukan autentikasi dan bersifat multiprotocol. Protokol ini merupakan pengembangan dari protokol SLIP (Serial Line Interface Protocol) yaitu suatu protokol standar yang menggunakan protokol TCP/IP. 


    2. Serial Line Internet Protocol (SLIP)
      Serial Line Internet Protocol dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut Disingkat dengan SLIP. Sebuah protokol yang memungkinkan pemindahan data IP melalui saluran telepon. Alat bantu lainnya dalam SLIP adalah PPP yang mendeteksi kesalahan dan konfigurasi. Sistem ini memerlukan satu komputer server sebagai penampungnya, dan secara perlahan-lahan akan digantikan oleh standar PPP yang memiliki kecepatan proses lebih tinggi.


      3. HDLC ( High level Data Link Control )
        HDLC ( High level Data Link Control ) adalah protokol untuk digunakan dengan WAN ( Wide Area Networks ) yang secara luas dapat mengatasi kerugian – kerugian yang ada pada protokol – protokol yang berorientasi karaktek seperti Bi-Synch, yaitu yang hanya dapat bekerja secara half-duplex ( pengiriman isyarat dua arah tetapi tidak dalam waktu yang bersamaan ) dan penggunaan karaktek DLE untuk mendapatkan transparansi pesan.
        HDLC adalah protokol full-duplex (pengiriman isyarat dua arah pada waktu yang bersamaan) dengan menggunakan dua kanal yang tidak saling bergantung dan pengiriman sinkron meskipun dapat juga digunakan dalam mode half-duplex


        4. X.25
          X.25 adalah protocol yang mendefinisikan bagaimana computer (device) pada jaringan public yang berbeda plat form bisa saling berkomunikasi. Protocol ini sudah distandarisasi oleh International Telecommunication Union Telecommunication Standardization Sector (ITUT). Device jaringan public menggunakan basis teknologi Internet untuk berkomunikasi, dimana data yang dikirim antar komputer akan dibentuk dalam packet. 
          Protokol Pada X.25
          Penggunaan protokol pada model standar X.25 ini meliputi tiga layer terbawah darimodel referensi OSI. Terdapat tiga protokolyang biasa digunakan pada implementasiX.25 yaitu:
          1. Packet-Layer Protocol (PLP)
          2. Link Access Procedure, Balanced (LAPB)
          3. Serta beberapa standar elektronik dari interface layer fisik seperti EIA/TIA-232, EIA/TIA-449, EIA-530, dan G.703.
          5. Frame Relay
          Frame relay adalah cara mengirimkan informasi melalui wide area network (WAN) yangmembagi informasi menjadi frame atau paket. Masing-masing frame mempunyai alamat yangdigunakan oleh jaringan untuk menentukan tujuan. Frame-frame akan melewati switch dalam jaringan frame relay dan dikirimkan melalui virtual circuit sampai tujuan.
          Frame Relay itu sebuah protokol WAN yang beroperasi pada layer pertama dan keduadari model OSI, dan dapat diimplementasikan pada beberapa jenis interface jaringan. Framerelay adalah teknologi komunikasi berkecepatan tinggi yang telah digunakan pada ribuan jaringan di seluruh dunia untuk menghubungkan LAN, SNA, Internet dan bahkan aplikasisuara/voice.
          Perangkat Frame Relay
          Sebuah jaringan frame relay terdiri dari PC, server, atau komputer host, perangkatakses frame relay (bridge, router, host, frame relay access device/FRAD) dan perangkat jaringan (packet switch, router, multiplexer T1/E1).

          6. ATM
          ATM memiliki cara yang sama dengan packet-switching. ATM melibatkan pentransferan data dalam bentuk potongan-potongan yang memiliki ciri-ciri tersendiri. ATM memungkinkan koneksi logik multipel dimultipleks melalui sebuah interface fisik tunggal.
          Lapisan fisik melibatkan spesifikasi media transmisi dan skema pengkodean sinyal. Rate data yang ditetapkan pada lapisan fisik berkisar mulai dari 25,6 Mbps sampai 622,08 Mbps.
          Dua lapis diatasnya berkaitan dengan fungsi-fungsi ATM, yaitu pelayanan transfer paket (ATM layer) dan lapisan adaptasi (AAL) untuk pelayanan protokol transmisi yang tidak berbasis ATM.

          7. Integrated Services Digital Network (ISDN)
          Integrated Services Digital Network (ISDN) adalah suatu sistem telekomunikasi di mana layanan antara data, suara, dan gambar diintegrasikan ke dalam suatu jaringan, yang menyediakan konektivitas digital ujung ke ujung untuk menunjang suatu ruang lingkup pelayanan yang luas. Para pemakai ISDN diberikan keuntungan berupa fleksibilitas dan penghematan biaya, karena biaya untuk sistem yang terintegrasi ini akan jauh lebih murah apabila menggunakan sistem yang terpisah.
          Para pemakai juga memiliki akses standar melalui satu set interface pemakai jaringan multiguna standar. ISDN merupakan sebuah bentuk evolusi telepon local loop yang memepertimbangkan jaringan telepon sebagai jaringan terbesar di dunia telekomunikasi.
          Di dalam ISDN terdapat dua jenis pelayanan, yaitu:
          a. Basic Rate Inteface (BRI)
          b. Primary Rate Interface (PRI)

          No comments:

          Post a Comment

          Subscribe

          Flickr